Di luar, sirene ambulans menyapu sudut-sudut malam. Raka meneguk kopi yang dingin; di layar, tokoh perempuan mengikat syal pada leher tokoh laki-laki, suara angin dan musik mengisi jeda. Terjemahan yang halus memberi warna baru pada frasa-frasa yang sebelumnya terasa klise—"kita akan baik-baik saja" berubah menjadi "kita akan tetap punya waktu," dan tiba-tiba janji itu menjadi mungkin.

"Hello?" Sheila’s voice was soft, real, and no longer just text on a screen.